Tampilkan postingan dengan label Japan News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan News. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 Mei 2012
Toylet, Game Air Seni Dari Sega 'Kekuatan' Air Urin Anda Akan Ditampilkan Di Layar Kecil, Dalam Berbagai Macam Ilustrasi from vivanews.com
VIVAnews - Perusahaan game asal Jepang, Sega, membuat video game unik yang "bermain" dengan air urin. Game dinamakan Toylet ini didesain dengan memanfaatkan derasnya air urin saat Anda buang air kecil.
Mengutip laman Mashable, video game ini memakai sensor yang mendeteksi volume dan tekanan dari derasnya air urin yang dikeluarkan.
Permainan ini berlangsung kurang dari semenit. 'Kekuatan' air urin Anda akan ditampilkan di layar kecil, dalam berbagai macam ilustrasi game. Pemain hanya perlu mengarahkan air urinnya ke titik kecil di dalam toilet.
Kekuatan air urin itu akan muncul dalam ilustrasi mengisi kaleng kopi, kencangnya angin yang meniup rok reporter TV yang sedang membacakan laporan cuaca, atau adu ilmu layaknya permainan "Street Fighter".
Dari desainnya, video game ini jelas tidak dibuat untuk perempuan. Perlengkapan ini dijual seharga 140.000 Yen atau sekitar Rp 16 juta. Sedangkan satu game dibanderol seharga 10.000 Yen atau sekitar Rp 1,1 juta.
Box optional juga bisa ditambahkan, sehingga pembeli Toylet bisa menjadikan game ini seperti mesin arcade yang bisa berfungsi jika penggunanya membayar untuk mencobanya. Layar untuk iklan pun tersedia, yang tentu saja bisa dimanfaatkan untuk ruang bagi pengiklan.
Sega telah menguji sistem permainan ini di Tokyo pada musim gugur lalu. Sejumlah tanggapan positif pun didapat dari berbagai penjuru negeri matahari terbit itu.
Tirulah Semangat Bangsa Jepang from vivanews.com / efriyaldi.blogspot.com
Jepang memang layak dijadikan teladan dalam usaha menggapai keberhasilan dengan sumberdaya yang terbatas. Bahkan kondisi alam yang selalu digoyang gempa tidak membuat mereka hengkang dari negerinya.
Mereka terus bangkit dari keterpurukan dengan semangat 'Ganbatte Kudasai' yang membuat mereka tidak berhenti berjuang sampai cita-cita diraih, impian terwujud, dan tujuan tercapai.
Semangat motiviasi ini pula yang membuat mereka punya nyali menaklukkan dunia sehingga Indonesia pernah berada di bawh kekuasaannya. Amerika yang pernah berperang dengan mereka kini takluk dengan perang ekonomi yang dilancarkan Jepang.
Industri otomotif mereka merajai dunia, baik motor maupun mobil. Hampir di semua negara, nama-nama kendaraan Jepang berlalu lalang. Mereka mampu menciptakan produk murah, berkualitas, mengalahkan produk Amerika.
Ganbatte yang artinya lakukan sebaik mungkin, jangan menyerah, atau berikan usaha terbaik.
Ganbatte kudasai sering dikatakan orang Jepang jika mau berpisah atau saat mengerjakan sesuatu. Ganbatte sendiri berasal dari kata ganbaru. Dalam pergaulan sehari-hari khususnya pada teman dekat, banyak diucapkan ganbare.
Filosofi ganbatte sangat dahsyat, ia sudah turun temurun sejak ratusan tahun silam. Ganbarru sendiri berarti berusaha keras pada tugas sampai tugas itu selesai. Dengan kata lain, berusaha keraslah hingga mencapai sukses.
Sejak kecil, anak-anak di Jepang sudah diajarkan filosofi ganbaru. Kalau mengikuti lomba, mereka saling berkata ganbaru. Begitu juga mau mengikuti ujian, mereka mengatakan ganbaru. Hampir selurug lini kehidupan mempopulerkan kata ganbaru, agar semua berjalan sesuai dengan target yang direncanakan.
Buku berjudul Ganbatte ini layak Anda baca dan simak semangat perubahan di dalamnya. Mudah-mudahan semangat bangsa Jepang dalam meraih cita-cita ikut menular pula.
Tidak tertutup kemungkinan semangat kejayaan dalam diri bangsa Jepang akan ikut menular. Jepang saat ini masih bercokol sebagai raksasa Asia bahkan dunia. Perekonomian mereka maju pesat bahkan bisa mengalahkan Amerika.
Setiap kali dihadang bencana, Jepang selalu bangkit. Kebocoran reaktor nuklir juga tak membuat mereka berdiam diri dan meninggalkan nuklir, sampai sekarang mereka masih menggunakannya sebagai sumber energi utama.
Mereka terus bangkit dari keterpurukan dengan semangat 'Ganbatte Kudasai' yang membuat mereka tidak berhenti berjuang sampai cita-cita diraih, impian terwujud, dan tujuan tercapai.
Semangat motiviasi ini pula yang membuat mereka punya nyali menaklukkan dunia sehingga Indonesia pernah berada di bawh kekuasaannya. Amerika yang pernah berperang dengan mereka kini takluk dengan perang ekonomi yang dilancarkan Jepang.
Industri otomotif mereka merajai dunia, baik motor maupun mobil. Hampir di semua negara, nama-nama kendaraan Jepang berlalu lalang. Mereka mampu menciptakan produk murah, berkualitas, mengalahkan produk Amerika.
Ganbatte yang artinya lakukan sebaik mungkin, jangan menyerah, atau berikan usaha terbaik.
Ganbatte kudasai sering dikatakan orang Jepang jika mau berpisah atau saat mengerjakan sesuatu. Ganbatte sendiri berasal dari kata ganbaru. Dalam pergaulan sehari-hari khususnya pada teman dekat, banyak diucapkan ganbare.
Filosofi ganbatte sangat dahsyat, ia sudah turun temurun sejak ratusan tahun silam. Ganbarru sendiri berarti berusaha keras pada tugas sampai tugas itu selesai. Dengan kata lain, berusaha keraslah hingga mencapai sukses.
Sejak kecil, anak-anak di Jepang sudah diajarkan filosofi ganbaru. Kalau mengikuti lomba, mereka saling berkata ganbaru. Begitu juga mau mengikuti ujian, mereka mengatakan ganbaru. Hampir selurug lini kehidupan mempopulerkan kata ganbaru, agar semua berjalan sesuai dengan target yang direncanakan.
Buku berjudul Ganbatte ini layak Anda baca dan simak semangat perubahan di dalamnya. Mudah-mudahan semangat bangsa Jepang dalam meraih cita-cita ikut menular pula.
Tidak tertutup kemungkinan semangat kejayaan dalam diri bangsa Jepang akan ikut menular. Jepang saat ini masih bercokol sebagai raksasa Asia bahkan dunia. Perekonomian mereka maju pesat bahkan bisa mengalahkan Amerika.
Setiap kali dihadang bencana, Jepang selalu bangkit. Kebocoran reaktor nuklir juga tak membuat mereka berdiam diri dan meninggalkan nuklir, sampai sekarang mereka masih menggunakannya sebagai sumber energi utama.
Jepang Jadi Negara Tanpa Tenaga Nuklir. Jepang Menjadi Negara Tanpa Energi Atom Untuk Pertama Kalinya Sejak 40 Tahun from vivanews.comterakhir
VIVAnews - Jepang mematikan reaktor nuklir terakhirnya, yang masih difungsikan, Sabtu 5 Mei 2012. Langkah ini dilakukan untuk keamanan setelah kerusakan reaktor di Fukushima akibat dihantam gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011.
Dan, reaktor terakhir yang dimatikan itu adalah reaktor ketiga di perfektur Hokkaido. Namun, reaktor ini tak dimatikan selamanya. Hanya sementara, selama perawatan rutin.
Dengan dimatikannya reaktor ini, Jepang menjadi negara tanpa energi atom untuk pertama kalinya sejak 40 tahun terakhir. Hingga tahun lalu, Jepang memperoleh 30 persen tenaga pembangkit dari energi nuklir.
Ratusan orang menyambut gembira penutupan sementara ini. Mereka berjalan di jalanan Kota Tokyo. Membentangkan spanduk merayakan apa yang mereka inginkan, yakni berakhirnya tenaga nuklir di Jepang.
Sejak tragedi nuklir Fukushima, seluruh reaktor di Negeri Sakura itu dimatikan untuk perawatan. Reaktor-reaktor itu harus dites ulang agar tahan terhadap gempa dan tsunami. Dan otoritas setempat harus berhati-hati untuk membuka kembali reaktor-reaktor itu.
Dua reaktor di Ohi, Jepang bagian Barat, telah dinyatakan aman. Pemerintah Jepang mengatakan reaktor itu harus dihidupkan kembali untuk menambal kekurangan energi yang sangat besar.
Menteri terkait juga telah mengingatkan Jepang akan menghadapi pembatasan energi pada musim panas mendatang, jika reaktor itu tidak segera diaktifkan. Sementara itu, otoritas setempat masih memroses persetujuan pengaktivan kembali reaktor tersebut.
Sebelumnya, enam reaktor nuklir di Fukushima Daiichi rusak parah saat terjadi gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011. Ledakan terjadi pada empat reaktor setelah sistem pendinginnya mati. Peristiwa itu menyebabkan kebocoran radiasi dan memaksa ribuan orang dievakuasi. Zona bahaya sejauh 20 kilometer diterapkan di sekitar reaktor itu.
Dan, reaktor terakhir yang dimatikan itu adalah reaktor ketiga di perfektur Hokkaido. Namun, reaktor ini tak dimatikan selamanya. Hanya sementara, selama perawatan rutin.
Dengan dimatikannya reaktor ini, Jepang menjadi negara tanpa energi atom untuk pertama kalinya sejak 40 tahun terakhir. Hingga tahun lalu, Jepang memperoleh 30 persen tenaga pembangkit dari energi nuklir.
Ratusan orang menyambut gembira penutupan sementara ini. Mereka berjalan di jalanan Kota Tokyo. Membentangkan spanduk merayakan apa yang mereka inginkan, yakni berakhirnya tenaga nuklir di Jepang.
Sejak tragedi nuklir Fukushima, seluruh reaktor di Negeri Sakura itu dimatikan untuk perawatan. Reaktor-reaktor itu harus dites ulang agar tahan terhadap gempa dan tsunami. Dan otoritas setempat harus berhati-hati untuk membuka kembali reaktor-reaktor itu.
Dua reaktor di Ohi, Jepang bagian Barat, telah dinyatakan aman. Pemerintah Jepang mengatakan reaktor itu harus dihidupkan kembali untuk menambal kekurangan energi yang sangat besar.
Menteri terkait juga telah mengingatkan Jepang akan menghadapi pembatasan energi pada musim panas mendatang, jika reaktor itu tidak segera diaktifkan. Sementara itu, otoritas setempat masih memroses persetujuan pengaktivan kembali reaktor tersebut.
Sebelumnya, enam reaktor nuklir di Fukushima Daiichi rusak parah saat terjadi gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011. Ledakan terjadi pada empat reaktor setelah sistem pendinginnya mati. Peristiwa itu menyebabkan kebocoran radiasi dan memaksa ribuan orang dievakuasi. Zona bahaya sejauh 20 kilometer diterapkan di sekitar reaktor itu.
Jepang Tawarkan Beasiswa untuk Lulusan SLTA. Masa Pendaftaran Untuk Studi Di Negeri Sakura Itu Berlangsung Hingga 15 Juni 2012 from vivanews.com
VIVAnews - Kedutaan Besar Jepang hari ini kembali membuka program tahunan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk menimba ilmu di Negeri Sakura. Pendaftaran berlangsung hingga 15 Juni 2012.
Menurut Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, bea siswa itu memberi kesempatan kepada para peminat untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). Pelamar hanya bisa mendaftar satu program dari S-1, D-3, atau D-2.
Syarat-syarat pelamar antara lain harus bertanggal lahir antara 2 April 1991 hingga 1 April 1996. Nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester/cawu terakhir minimal 8,4 untuk program S-1, 8,0 untuk program D-3, atau 8,0 untuk program D-2.
Jika pada saat penutupan (15 Juni 2012) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima. "Pelamar harus lulus dari SLTA, atau akan lulus maksimal 31 Maret 2013," demikian pernyatan Kedubes Jepang yang diterima VIVAnews.
Formulir pendaftaraan bisa diunduh dari laman Kedutaan Jepang http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html. Formulir yang sudah diisi bisa diantar atau dikirimkan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang, lengkap dengan fotokopi rapor, ijazah, dan nilai ijazah sampai tanggal 15 Juni 2012.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 021-3192-4308 Ext. 175, 176).
Menurut Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, bea siswa itu memberi kesempatan kepada para peminat untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013). Pelamar hanya bisa mendaftar satu program dari S-1, D-3, atau D-2.
Syarat-syarat pelamar antara lain harus bertanggal lahir antara 2 April 1991 hingga 1 April 1996. Nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester/cawu terakhir minimal 8,4 untuk program S-1, 8,0 untuk program D-3, atau 8,0 untuk program D-2.
Jika pada saat penutupan (15 Juni 2012) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima. "Pelamar harus lulus dari SLTA, atau akan lulus maksimal 31 Maret 2013," demikian pernyatan Kedubes Jepang yang diterima VIVAnews.
Formulir pendaftaraan bisa diunduh dari laman Kedutaan Jepang http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html. Formulir yang sudah diisi bisa diantar atau dikirimkan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang, lengkap dengan fotokopi rapor, ijazah, dan nilai ijazah sampai tanggal 15 Juni 2012.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 021-3192-4308 Ext. 175, 176).
Penduduk Jepang Terancam Punah. Jumlah Warga Menyusut Dengan Berkurang Satu Orang Tiap 100 Detik from vivanews.com
VIVAnews - Populasi anak-anak hingga usia 14 tahun di Jepang saat ini mencapai 16,6 juta. Namun, jumlahnya menyusut dengan berkurang satu orang tiap 100 detik. Studi terbaru menunjukkan, jika hal ini terus dibiarkan, maka penduduk Jepang akan punah dalam 1000 tahun.
"Jika angka kelahiran terus menurun, lama-lama Hari Anak pada 5 Mei 3011 hanya akan dirayakan seorang anak saja. Seratus detik kemudian, tidak akan ada lagi anak yang tersisa," kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Universitas Tohoku, seperti dimuat Daily Mail Senin 14 Mei 2012.
Menurut Yoshida, angka kelahiran mulai menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan sejak 1975. Saat itu, tingkat kesuburan penduduk Negeri Sakura anjlok hingga di bawah dua.
Pemerintah Jepang memproyeksikan jika angka kelahiran akan menjadi 1,35 anak per wanita dalam 50 tahun, atau berada di bawah standar kesehatan normal. Sementara jumlah penduduk anak berkurang, jumlah lansia akan bertambah.
Ledakan lansia ini membuat pusing para pembuat kebijakan yang harus menyiapkan dana pensiun dalam jumlah besar, sementara jumlah pekerja usia muda terus berkurang.
Sementara itu, produsen popok Unicharm menyatakan, kini penjualan popok dewasa mereka untuk pertama kalinya sedikit melampaui popok bayi sejak 1987.
Angka harapan hidup di Negeri Matahari Terbit selama ini merupakan yang tertinggi di dunia. Namun diharapkan, angkanya meningkat dari 86,39 tahun pada 2010 menjadi 90,93 tahun pada 2060 untuk wanita, dan 79,64 tahun menjadi 84,19 tahun untuk pria.
"Jika angka kelahiran terus menurun, lama-lama Hari Anak pada 5 Mei 3011 hanya akan dirayakan seorang anak saja. Seratus detik kemudian, tidak akan ada lagi anak yang tersisa," kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Universitas Tohoku, seperti dimuat Daily Mail Senin 14 Mei 2012.
Menurut Yoshida, angka kelahiran mulai menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan sejak 1975. Saat itu, tingkat kesuburan penduduk Negeri Sakura anjlok hingga di bawah dua.
Pemerintah Jepang memproyeksikan jika angka kelahiran akan menjadi 1,35 anak per wanita dalam 50 tahun, atau berada di bawah standar kesehatan normal. Sementara jumlah penduduk anak berkurang, jumlah lansia akan bertambah.
Ledakan lansia ini membuat pusing para pembuat kebijakan yang harus menyiapkan dana pensiun dalam jumlah besar, sementara jumlah pekerja usia muda terus berkurang.
Sementara itu, produsen popok Unicharm menyatakan, kini penjualan popok dewasa mereka untuk pertama kalinya sedikit melampaui popok bayi sejak 1987.
Angka harapan hidup di Negeri Matahari Terbit selama ini merupakan yang tertinggi di dunia. Namun diharapkan, angkanya meningkat dari 86,39 tahun pada 2010 menjadi 90,93 tahun pada 2060 untuk wanita, dan 79,64 tahun menjadi 84,19 tahun untuk pria.
Langganan:
Postingan (Atom)
